Jumat, 22 Agustus 2008

PEMBUATAN TELUR ASIN

Telur itik seperti halnya produk asal ternak pada umumnya mudah mengalami kerusakan. Untuk menjaga agar kualitas telur dapat bertahan lebih lama, diperlukan cara-cara untuk dapat memperpanjang kualitas telur yaitu dengan pengawetan. Pengawetan telur bertujuan untuk memberi nilai tambah dan memperpanjang daya simpan telur. Prinsip dari pengawetan telur adalah untuk mencegah penguapan dan kehilangan CO2 dari dalam telur, mencegah pengenceran putih telur dan mencegah masuknya mikroorganisme kedalam telur. Salah satu cara pengawetan telur yang mudah dilakukan yaitu pengawetan dengan garam atau dikenal dengan Telur Asin”. Telur asin merupakan bentuk produk olahan dan telur itik yang popular dan telah lama dilakukan oleh masyarakat, baik sebagai cabang usaha maupun untuk kebutuhan keluarga sendiri.

Produk olahan telur asin ini berkembang karena beberapa alas an antara lain : 1). Untuk memperpanjang daya simpan dan mempertahankan kualitas serta kandungan gizi yang terkandung dalam telur; 2). Mengurangi resiko kerusakan telur karena pecah; 3). Memudahkan dalam penyimpanan dan transportasi; 4). Menyajikan produk olahan telur yang memiliki citarasa yang banyak digemari masyarakat; 5). Meningkatkan harga jual telur itik.

Kandungan Gizi Telur

Telur tersusun atas kerabang telur (10,25 %), putih telur (59,50 %) dan kuning telur (31,90 %). Sedangkan menurut bahan keirng yaitu protein, lemak, karbohidrat dan mineral. Kandungan gizi te;ur itik seperti tertera pada Tabel 1.

Tabel 1. Kandungan gizi telur itik.

Bagian (%)

Isi telur

Putih telur

Kuning telur

Berat

6,6

40,4

26,6

Air

69,7

86,8

44,8

Bhn Kering

30,3

13.2

55,2

Protein

13,7

11,3

17,7

Lemak

14,4

0,08

35,2

Karbohidrat

1,2

1,0

1,1

Fungsi Garam

  1. Garam berfungsi sebagai pengawet dan pencipta rasa yang khas
  2. Garam dapat mengurangi kelarutan okdigen, sehingga bakteri yang membutuhkan oksigen untuk hidupnya menjadi terhambat perkembangannya
  3. Garam juga dapat mencegah atau menghambat kerja enzim proteolitik yaitu enzim yang mengurangi protein sehingga protein didalam telur terjaga kualitasnya
  4. Garam juga menyerap air, sehingga telur asin yang dihasilkan lebih awet.

Pembuatan Telur Asin

Pengasinan merupakan cara pengawetan telur itik yang sudah sangat popular di masyarakat. Pengasinan dapat dilakukan dengan perendaman larutan garam jenuh dan dibalut adonan garam yang dicampur dengan komponen lain antara lain abu gosok, serbuk batu bata merah atau tanah liat.

1. Perendaman dengan larutan garam jenuh.

* Buat larutan garam jenuh, caranya : garam dilarutkan ke dalam air hingga tak ada garam yang tersisa/ larut dalam air

* Pilih telur yang baik

* Telur dicuci bersih, selanjutnya masukkan ke dalam larutan garam

* Telur diangkat dari larutan garam setelah 10-12 hari perendaman, makin lama perendaman telur yang dihasilkan semakin tinggi kadar garamnya sehingga rasanya semakin asin

2. Membalut telur dengan adonan garam dan bata merah atau abu

* Buat adonan garam dan abu atau bata merah dengan perbandingan 1 : 2

* Telur dipilih selanjutnya dicuci hingga bersih

* Telru dibalut dengan adonan abu atau bata merah

* Susun telur telur yang telah dibalut didalam ember

* Setelh 10 hari, telur dibersihkan dan dicuci

Memasak telur asin

Telur itik yang telah diasinkan bias dimasak dengan cara direbus atau dikukus. Telur yang diasinkan dengan perendaman air garam jenuh, sebaiknya diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum direbus. Hal ini untuk mengurangi kadar air dalam telur. Perebusan telur sebaiknya selama 15 menit dihitung setelah air rebusan mendidih. Perebusan telur yang terlalu lama akan merusak protein dalam telur. Lapaisan hijau kehitaman pada kuning telur bagian luar merupakan tanda adanya kerusakan protein selama perebusan.

Mutu telur asin

Mutu telur asin menurut Standar Nasional Indonesia meliputi, bau, warna, kenampakan, kadar garam, cemaran, mikroba Salmonella dan Staphylococcus aureus. Kadar garam telur asin yang dibuat dengan perendaman air garam jenuh selama 12 hari adalah : Kuning telur 0,58 % dan putih telur 3,02 %. Kadar garam telur asin asal Kerawang, bagian putih telur 3,69 – 3,79 % dan bagian kuning telur 1,40 – 1,96 %

Syarat mutu telur asin berdasar Standar Nasional Indonesia tahun1996 dalat dilihat pada Tabel 2 berikut ini :

Tabel 2. Syarat Mutu Telur Asin

Jenis Uji

Satuan

Persyaratan

1

Keadaan

Bau

-

Normal

Warna

-

Normal

Kenampakan

-

Normal

2

Garam

b/b %

min 2

3

Cemaran mikroba

Salmonella

Koloni / 25 g

Negatif <>

Staphylococcus aureus

Koloni / g

Daya tahan telur asin

Dayab tahan telur asin sangat dipengaruhi oleh kadar garam telur asin. Semakin tinggi kadar garam dalam telur semakin lama pula daya tahan telur asin. Hal ini disebabkan karena fungsi garam yang menghambat pertumbuhan bakteri. Telur asin bias disimpan sebelum dimasak (direbus atau dikukus) maupun setelah dimasak

Hasil penelitian telur asin matang yang dihasilkan dengan perendaman dengan larutan garam jenuh dapat bertahan hingga 9 hari pada penyimpanan suhu kamar. Sedangkan telur asin yang amsih mentah, selama 2 minggu penyimpanan belum ada yang rusak dan pada minggu ketiga penyimpanan terdapat kerusakan sebesar 20 %

Sumber : Winarti. T. et. Al. 2004. Laporan Kegiatan Penelitian dan Pengkajian. Yogyakarta, BPTP Yogyakarta

Senin, 18 Agustus 2008

Pembesaran Ikan Bawal Air Tawar

Tak heran jika ikan bawal banyak dipilih pembiak ikan air tawar sebagai produk unggulan. Selain bernilai ekonomis sebagai ikan hias, ikan bawal air tawar (BAT) atau dengan nama latin (Colossoma macropomum Cuvier) juga menjadi santapan yang sering dicari di meja makan. Bahkan permintaan yang besar dari produk ini tak hanya datang dari dalam negeri melainkan juga luar negeri. Sayang tidak terdapat data pasti berapa total permintaan komoditas yang satu ini.
Jika ingin memasuki bisnis ikan BAT ini pada dasarnya pebisnis bisa memilih, apakah ingin menyediakan benih, pembesaran, pemasaran, atau gabungan diantara pilihan tersebut. Pembesaran merupakan salah satu bagian budidaya BAT yang sangat penting mempengaruhi nilai jual produk di pasaran. Secara teori khusus usaha pembesaran, bawal juga tergolong jenis ikan yang tidak ‘rewel’. Tingkat kelangsungan hidup bawal air tawar cukup tinggi, sekitar 90%. Bahkan, ikan ini mampu bertahan hidup dalam kolam yang tingkat kepadatannya tinggi. Pakannya pun tidak rewel sebab hewan berjenis omnivora ini memiliki nafsu makan yang besar.
Memulai bisnis pembesaran ikan bawal bisa dimulai dari skala kecil hingga besar. Untuk memulai usaha setidaknya dibutuhkan kolam sebagaimana ikan air tawar lainnya. Harga benih BAT sendiri tergantung pada ukuran dan juga tren harga pasar yang dipengaruhi permintaan. Biasanya harga benih bawal sepanjang korek gas sekitar Rp150 per ekor.
Dasar kolam sebaiknya ditambahkan kapur tohor maupun dolomit untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan. Selain itu, bahan lain diperlukan adalah pupuk kandang (tidak mutlak, karena bawal tetap diberi makanan tambahan).
Pemungutan hasil usaha pembesaran dapat dilakukan setelah ikan bawal dipelihara 4-6 bulan, waktu tersebut ikan bawal telah mencapai ukuran kurang lebih 500 gram/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m 2. Harga BAT bervariasi tinggal melihat jenis ikannya, bawal putih atau bawal tambak. Harga per kilogram bisa mencapai Rp15 ribu.

Pasar si Cantik Tergantung Tren dan Permintaan

Pasar si Cantik Tergantung Tren dan Permintaan

Masyarakat lebih mengenal ikan hias sebagai hewan pajangan akuarium. Selain karena hobi memelihara ikan, ada juga yang megoleksi ikan hias karena mengagumi keindahan yang dimiliki oleh hewan air tersebut. Ada banyak jenis ikan hias yang biasa dicari penghobi ikan hias ini. Ada ikan hias Live Bearer, Tetra, Koki Mutiara, Koi, Cupang, Manfish, Arwana, dan Oscar.
Peluang pasar ikan hias terbilang tinggi. Tak hanya dari pencinta dalam negeri, permintaan akan ikan hias juga datang dari luar negeri. Amerika Serikat disusul oleh Eropa merupakan negara yang mencatat permintaan ikan hias tertinggi setiap tahunnya. Permintaan ikan hias cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Membaca cerita pebisnis yang telah sukses berbisnis ikan hias bisa jadi motivasi bagi pebisnis lain yang ingin mengembangkannya. Mungkin pebisnis pernah mendengar Qianhu, sebuah perusahaan di Singapura yang terkenal dengan ekspor ikan hiasnya serta akuarium dan eksesorisnya di berbagai belahan dunia. Tiga bersaudara Kenny Yap, Alvin dan Andy terus mengembangkan peternakan ikan hias dengan cara modern karena optimistis dengan masih besarnya pangsa pasar ikan hias dunia.
Ingin mengembangkan budidaya dan pemasaran ikan hias, bukanlah hal yang sangat sulit untuk dijalankan. Resep keberhasilan dimulai dengan pengetahuan calon pebisnis akan perawatan yang benar dari jenis ikan yang dibiakkan. Perbedaan tersebut dikarenakan masing-masing jenis memiliki kebiasaan yang berbeda dalam perkembangbiakannya. Bagaimana teknik pemeliharaan, teknik pemijahan dan perawatan benih yang baik dilakukan disesuaikan dengan jenisnya. Budidaya dapat dilakukan secara konvensional atau secara modern. Selain memiliki peluang yang besar, baik untuk pasar lokal maupun ekspor, dan kelebihan ikan hias adalah dapat diusahakan dalam skala besar maupun skala rumah tangga, dengan perputaran modal yang relatif cepat. Misalnya, budidaya ikan Live Bearer sangat mudah dan mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi. Untuk satu pasang ikan dapat menghasilkan 50-100 ekar ikan untuk satu kali pemijahan. Jenis ikan ini juga merupakan ikan hias yang dapat di ekspor adalah ikan Guppy. Dengan teknik pemeliharaan yang tepat dan ketekunan yang tinggi akan didapat warna yang sangat indah.
Hal yang berbeda dengan pembiakan jenis Tetra. Cara membiakkan ikan jenis ini masih cukup sulit dan memerlukan ketekunan serta pengalaman yang lama. Dan ikan hias lain, ikan Oscar memerlukan perlakuan sedikit khusus pada cara perkembangbiakannya, sehingga ikan ini termasuk jenis yang mahal.
Ada ikan hias air laut dan ikan hias air tawar. Ada beberapa macam cara perkembangbiakkan ikan hias dapat ditempuh. Selain beranak, ada ikan hias yang bertelur berserakan, ikan hias meleyakkan telurnya pada suatu substrat, ikan hias menetaskan telurnya dalam sarang biasa atau ikan ikan tersebut meneramkan telurnya di dalam mulut. Jumlah ikan hias khususnya ikan hias air tawar yang susah dapat dibudidayakan di Indonesia terdapat sekitar 91 jenis. Dari ke 91 jenis ikan tersebut, ada beberapa jenis ikan hias tersebut yang sangat potensial untuk dikembangakan karena selain dapat dipasarkan didalam negeri juga dapat merupakan komoditas ekspor. Jenis-jenis ikan hias yang potensial tersebut antara lain ikan Diskus, Severum, Rainbow, dan Niasa.
Yang perlu diingat, permintaan ikan hias sangat tergantung pada tren dan keinginan serta kebiasaan konsumen. Terutama bagi pebisnis di bidang ini yang berorientasi ekspor, tentu saja harus dapat menyesuaikan dengan permintaan. Banyak eksportir yang bersedia menampung dan memasarkan ikan hias ke luar negeri. Justru yang sering menjadi kendala adalah kesulitan memenuhi pasokan akibat ikan hias yang dihasilkan tidak memenuhi standar para eksportir.(SH)

Manisnya Beternak Lebah Madu

Manisnya Beternak Lebah Madu

Semanis produk yang dihasilkannya, usaha beternak lebah madu juga menjanjikan nilai ekonomi tinggi bagi peternaknya. Penuturan pengusaha ternak lebah, salah seorang perintis perlebahan di Tanah Air, Bambang Sukartiko, di tabloid Agro Indonesia 2005, dari kotak bersusun dua ia bisa memanen madu selama enam bulan musim produktif sebanyak 30-40 kg. Sementara jika kotak susun satu, madu yang dihasilkan hanya 10-15 kg. Jika memiliki 100 kotak super, berarti dalam satu musim produktif dia mampu menghasilkan 3 sampai 4 ton madu.

Harga madu bervariasi tergantung jenisnya. Di Indonesia sendiri jenis yang banyak dibiakkan adalah Apis cerana dan Apis mellifera. Dengan harga pasaran madu asli per botol ukuran 900 ml di Jakarta Rp40.000-Rp50.000, bisa dihitung berapa pendapatan. Belum lagi jika dicampur royal jelly dan pollenyang berkhasiat untuk obat, harganya bisa naik hingga dua kali lipat.

Investasi yang diperlukan untuk memulai bisnis yang satu ini juga bisa dimulai dari skala kecil. Masih menurut Bambang, satu kotak lebah madu yang berisi empat sisir (sarang) berharga Rp400.000. Satu kotak berisi satu ratu lebah dan 10.000 lebah pekerja. Dan akan masuk kategori produktif jika bersusun minimal dua kotak.

Sementara dalam analisis yang dirilis bagian humas Departemen Kehutanan, terdapat 2 (dua) macam modal yang diperlukan untuk investasi lebah madu yaitu modal investasi dan modal kerja.

Modal investasi merupakan modal tetap yang diperlukan dalam kegiatan budidaya lebah madu selama beberapa periode pemanenan termasuk penyusutan alat-alat produksi. Di dalam usaha perlebahan Apis mellifera modal investasi, terdiri dari : (1). perlengkapan koloni yang terdiri dari koloni lebah, kotak lebah (super), Bingkai sarang (frame), pondasi sarang, pollen trap, dan standar/tiang besi, (2). peralatan kerja yang terdiri dari pengungkit, pisau madu, ekstraktor, tong/drum plastik, alat pertukangan, pakaian kerja, dan sarung tangan.

Di dalam perhitungan modal investasi tidak dilakukan penyusutan karena peralatan berupa kotak lebah dan bingkai sarang dapat dipergunakan sampai 3 tahun. Dengan demikian pada tahun ke empat perlu dilaksanakan pengadaan baru, sedangkan peralatan lain berupa ekstraktor dan peralatan petugas dapat dipakai sampai dengan 10 tahun.

Modal kerja adalah biaya variabel yang digunakan dalam budidaya lebah madu untuk setiap periode pemanenan. Modal kerja terdiri dari seluruh biaya operasional yang habis dipergunakan selama satu tahun seperti makanan stimulasi, obat-obatan, sewa lahan dan transportasi.

Dalam perhitungan pendapatan untuk Apis mellifera dihitung produktifitas madu sebesar 24 kg per koloni per tahun, sedangkan untuk Apis cerana produktifitasnya sebesar 1 kg per koloni per tahun. Dalam analisis finansial tersebut, terlihat bahwa untuk budidaya Apis mellifera pada tahun pertama masih mengalami kerugian sebesar Rp 23.000,- yang disebabkan biaya investasi pengadaan koloni cukup tinggi yaitu sebesar Rp 25.000.000,-. Keuntungan baru dapat diperoleh pada tahun ke 2 yaitu sebesar Rp. 21.482.500,- dan terdapat penambahan jumlah koloni lebah menjadi 175. Pada tahun ke tiga diperoleh keuntungan sebesar Rp. 40.381.000,- Dan penambahan jumlah koloni menjadi 306 koloni. Keuntungan tersebut dihitung atas dasar hasil madu yang diperoleh dengan harga jual per kilogram sebesar Rp.10.000,-, dan harga jual pollen sebesar Rp.50.000,- per kilogram serta royal jelly sebesar Rp.500,000,-.

Pada analisis finansial budidaya lebah Apis cerana tahun pertama masih mengalami kerugian yaitu sebesar Rp.1.700.000,-. Keuntungan sudah diperoleh pada tahun kedua yaitu sebesar Rp. 5.050.000,- dan terdapat penambahan jumlah koloni yang dipelihara menjadi 150 koloni. Pada tahun ke tiga diperoleh keuntungan sebesar Rp. 7.865.000,- dan koloni lebah meningkat menjadi 225 koloni. Nilai tambah kegiatan budidaya lebah madu akan dapat ditingkatkan lagi bilamana peternak dapat memasarkan produknya dalam bentuk kemasan misalnya dalam botol atau sachet, bukan dipasarkan sebagai madu curah.

Syarat untuk berhasil dalam bisnis ini cukup dengan menimba ilmu dan menerapkan pengetahuan yang dimiliki tentang kehidupan koloni lebah. Misalnya suhu ideal yang cocok bagi lebah adalah sekitar 26 derajat C, pada suhu ini lebah dapat beraktifitas normal. Suhu di atas 10 derajat C lebah masihberaktifitas. Di lereng pegunungan/dataran tinggi yang bersuhu normal (25 derajat C). Lokasi yang disukai lebah adalah tempat terbuka

Membiakkan Si Capit Merah yang Tak ‘Rewel’

Membiakkan Si Capit Merah yang Tak ‘Rewel’

Banyak yang mengira, lobster sebagai jenis udang yang hanya bisa berkembang biak di lautan. Padahal komoditas yang sering menjadi menu eksklusif di hotel-hotel dan restoran ternama ini juga memiliki jenis yang bisa dibiakkan di air tawar. Dengan bentuk dan warnanya yang menarik, selain sebagai sajian hidangan, lobster juga banyak dimanfaatkan sebagai hiasan akuarium.

Budidaya lobster atau biasa dikenal si capit merah bisa dilirik sebagai salah satu pilihan bisnis. Prospek bisnis udang lobster terbilang bagus lantaran harganya yang tinggi dan pasarnya yang masih terbuka lebar. Permintaan pasar domestik dan ekspor untuk komoditas ini terbilang tinggi, sementara produksi masih terbatas. Budidaya lobster bisa dilakukan dalam bentuk usaha pembenihan, penyediaan indukan, dan pembesaran LAT (lobster air tawar).

Terdapat beberapa jenis lobster air tawar yang bisa diternakkan. Diantaranya Cherax quadricaiwatus atau biasa disebut red claw, Cherax destructor yang berasal dari Australia. dan Procambarus clarkii yang merupakan spesies asli perairan payau di Lousiana, Amerika Serikat. Sementara lobster asal Indonesia sendiri yang telah berhasil dibiakkan adalah Cherax monticola dan C. lorentzi.

Tiap jenis lobster memiliki kemampuan reproduksi telur yang berbeda. Secara rata-rata, sekali bertelur, seekor lobster betina dewasa yang berkualitas baik mampu menghasilkan sekitar 800 anakan. Sedangkan umur panen konsumsi antara 5-6 bulan sejak terlur menetas. Sementara kebanyakan benih LAT harga jualnya dihitung per centimeter. Untuk LAT jenis red clow ini harganya rata-rata Rp 1.000 per centimeter.

Ambil salah satu contoh, jenis Quadricaiwatus atau red clow yang terbilang lebih unggul dalam bereproduksi. Rata-rata produksi red clow mencapai 300 - 400 telur pada usia dua tahun. Dan ketika berusia lima tahun lebih red clow mengalami produksi maksimal mencapai 1400 telur.

Red clow sangat cocok hidup di lingkungan dengan temperatur air 18 - 260C, kesadahan 10-200 dan pH 7-8. Saat dewasa keluarga crustaceae ini mencapai bobot 300 g lebih dengan panjang berkisar sekitar 20 cm apabila dibiakkan di akuarium dan 35cm bila dibiakkan di alam.

Balik Modal Kurang Dari 6 Bulan

Budidaya lobster dengan modal tidak terlalu besar bisa dimulai dengan usaha pembibitan. Seperti yang dijalankan oleh Kemuning Farm, sebuah usaha lobster skala UKM (Usaha Kecil Menengah) di bilangan Pamulang yang dimulai dengan pembibitan sebelum masuk ke usaha pembesaran. Menurut Arief, pengelola budidaya Kemuning Farm, dengan berbekal aquarium kecil, lahan secukupnya, rak dan stearefoam, usaha pembibitan lobster bisa dimulai. Selanjutnya Kemuning Farm melanjutkan ke usaha pembesaran. Menurut pengalaman Arif, budidaya udang lobster tidak membutuhkan perawatan yang sulit. “Perawatannya gampang, baik untuk pembibitan maupun pembesaran,” ujar Arief.

Usaha LAT juga terbukti tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan. Kemuning Farm mencatat Brek Even Point (BEP) hanya dalam jangka waktu kurang dari 6 bulan. Sementara itu untuk mengantisipasi tercukupinya jumlah pasokan permintaan, maka maka usaha yang didirikan pada awal 2006 tersebut membuat sistem plasma